Total Tayangan Laman

Kamis, 15 Maret 2012

Ingin Khilaf Kadang terbersit sedikit hal yang tak biasa Di saat segala prinsip kukuh untuk kupertahankan Aku merasa lemah dan terlalu rapuh Aku juga tak berani mengambil sepotong pengalaman itu Yakin, mereka akan menertawakanku karena semua kekolotan ini Di saat semua dianggap halal dan tak mengenal haram Aku tetap berada dalam garis khayalan Berharap muluk akan datang pada waktunya Kadang aku goyah dan lemah iman Seolah indah namun nyatanya itu bukanlah sebuah anugerah Apakah aku layak untuk menjadi nominasi ahli surga ? Bagai pasang surut cahaya-Mu di dalam hati ini Aku tidak akan menyerah Walau kadang banyak bisikan melarangku untuk melanjutkan Apakah ini akhirnya indah ? Sungguh hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui Sungguh aku tak pernah merasakan Namun aku sendiri kadang membayangkan Segala dosa itu takkan pernah aku lakukan Jika aku tetap dipelihara oleh-Mu yang Maha Penyayang

Minggu, 26 Februari 2012

"I need IDEA !"

Judul tadi menjadi trending topic di kampus saya akhir-akhir ini. Tahu kenapa ? Seiring adanya pengumuman mengenai PKM-GT dan PKM-AI yang merupakan program DIKTI untuk menyaring ide dari mahasiswa yang setidaknya bermanfaat untuk lingkungannya. Jika hal tersebut bukan merupakan tugas mata kuliah, yaaaa sudah dapat diduga mungkin banyak mahasiswa dari program studi yang saya masuki tidak ada yang membuatnya. Malas, yaa mahasiswa sekarang apakah ada yang tidak malas ? Bisa dihitung jari mungkin, hahaha termasuk saya sendiri. PKM itu merupakan karya ilmiah, ide-ide gila namun rasional dan logis yang kita isi ke dalamnya, ada ganjaran kok apabila kita sudah membuatnya dengan baik dan sesuai syarat yang diajukan para petinggi. Kita dapat duit bahkan bisa jalan-jalan kalau memang ide kita diacungi jempol (bukan jempol kaki lo). Tapi ada sebagian mahasiswa yang kurang beruntung mengenai ide alias mampet, entah lagi galau, entah lagi geje. Mereka sering mengulur-ngulur waktu mereka untuk mengerjakannya. Bagaimana dengan saya ? Hmm, tenang. Awalnya saya sudah bisa memprediksi pasti nanti bakal diberi tugas membuat karya tulis tersebut karena pengalaman dari bulan-bulan sebelumnya, hahaha. Saya sudah mempersiapkan ide malah, jauh-jauh hari. Tapiiii namanya mahasiswa pasti kebut-kebutan kerjaannya. Saya mengerjakannya H-2 kalau tidak salah, setengah-setengah gitu lah. Maklum banyak prioritas di atas PKM yang harus saya kerjakan. Kali ini saya berdoa dengan sedalam-dalamnya "semoga PKM saya lolos", amiin. Sebelumnya waktu ada PKM 4 Bidang yang idenya harus terealisasi, saya ogah-ogahan mengerjakan dan berharap tidak lolos. Akhirnya doa saya terkabul, hahaha. Pokoknya alhamdulillah saya diberikan kemudahan oleh Allah. Dan bagaimana nasib teman-teman saya ? Mereka kelabakan, minta ide, mencari wangsit kemana-mana. Dan saya harus berbangga hati karena saya berhasil mengumpulkan ide stres sebanyak 13 buah akhir-akhir ini, bukannya sombong ya. Tapi mahasiswa itu harus kreatif, banyak akal, bisa memenuhi Tri Darma Perguruan Tinggi (loh). Emang apakah TDP itu ? Ya pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Itulah yang terealisasi dalam PKM. Ingat baik-baik kata-kata ini, kata orang "otak orang Indonesia itu mahal, tahu kenapa ? Karena jarang dipakai". So, apakah kalian tidak ingin membuktikan bahwa otak kita itu "murah" ? Hahaha. Let's try, I'm with you. Allah is always with us, amiin. :)

Kamis, 19 Januari 2012

COLLECT THE MOTIVATION

Tak terasa sudah tiga semester saya lalui di kampus FMIPA tercinta ini, namun saya belum merasakan esensi kebanggaan dari setiap hasil-hasil akademik yang saya dapat. Semua bagai terlewat begitu saja, mungkin kata yang tersirat seperti ini "Ah, nilai saya itu tidak penting". Saya merasa menjalani segala aktivitas perkuliahan dengan biasa, tidak ingin lagi menjadi orang yang perfeksionis di segala bidang seperti dulu. Jadi, satu hal yang bisa saya simpulkan dari itu semua yaitu saya orang tanpa motivasi. Start memang bagus di semester 1, dengan IP yang lumayan lah, sangat lumayan, tapi dua semester ke depan IP itu kian merosot jauh ke bawah dan membuat saya kembali harus memutar otak untuk menyelesaikan permasalahan saya yang mungkin akan menjadi kompleks ini. Saya ini pemalas dan moody, mungkin itulah salah satu faktor penghambat saya untuk keluar dari titik ekstrim tersebut. Hanya belajar satu hari sebelum UAS, sebenarnya otak saya sudah tidak sanggup tapi terus saja saya paksakan. Kalau mood saya jelek, saya berpikir dua kali untuk belajar, bahkan kalau sudah terlalu jelek, saya memilih tidur saja. Berikutnya saya ini terlalu peduli dengan orang lain, khususnya teman-teman saya, saya terlalu sibuk mengajak mereka belajar bersama dan saya mengajari mereka tentang mata kuliah yang di-UAS-kan namun saya kurang meluangkan waktu untuk belajar sendiri dengan intensif, mungkin saya sudah menzalimi diri saya sendiri. Jadi, apa saja alasan saya untuk kembali berjaya seperti dulu ? Ya, saya sadar bahwa yang mebiayai kuliah saya ini pemerintah, jadi untuk tetap mempertahankan itu saya harus meningkatkan prestasi sebaik mungkin. Selain itu, orang-orang terdekat juga sangat berpengaruh terhadap psikologis saya sekarang, semenjak ayah saya tiada, saya kurang bisa rajin dalam pendidikan, jadi sebenarnya sisa motivasi saya adalah ibu. Saya kuliah dan nantinya lulus lalu bekerja, hasilnya adalah untuk ibu. Dan saya tidak ingin melihat hidup saya stuck di padang gersang, saya ingin mencapai oase yang membuat diri ini tenang. Saya tidak ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang diterpa segala cobaan dia akan dikuasai oleh itu, bukan, saya bukan orang seperti itu.

Senin, 04 Juli 2011

Kau yang terakhir

Aku berharap ada satu memori yang hilang
Dan di dalam memori itu adalah sebagian tentangmu
Kau yang menerobos masuk ke dalam kehidupanku
Kecil namun berdampak besar

Sadar atau tidaknya kau
Aku akan tetap sakit menahan semua ini
Aku selalu menjadi bayangan yang terabaikan
Kadang tersudut memperhatikan

Jika sekarang aku ingin berbalik arah
Jangan salahkan aku
Mungkin kau menjadi orang yang merugi
Hanya karena tidak peduli, tidak menyadari

Aku ingin merasakan tanpamu
Menatap asa berbinar, hilang semua kegelapan karenamu
Lepaskan semua ikatan semu
Matahari telah menungguku

Jumat, 01 Juli 2011

Menyesal Tiada Berguna dan Mencoba Berpikir Dewasa

Apa ? UAS Kimia Dasar 2 saya 66 ? Ah, tidak bisa, saya harus ketemu dosen buat memperjelas ini semua, kalau saya melihat di kertas jawaban saya memang begitu nilainya, saya akan terima. Itulah awal dari pendewasaan saya mengenai akademik di semester 2 ini, saya sangat tidak terima nilai saya anjlok begitu saja, padahal saya pikir kemarin itu saya menjawabnya dengan baik dan benar, sangat percaya diri. Tapi nyatanya hasil yang didapat sangat nihil, saya sangat down saat itu. Melihat teman-teman saya banyak mendapat nilai yang bagus-bagus saya lumayan heran, kok nilai saya hancur. Apa yang diucapkan teman-teman saya untuk menenangkan kegusaran hati saya, semua bagai angin, tak bakalan berguna waktu emosi saya memuncak, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Saya terlalu mempedulikan IP saya saat itu, diawali dengan IP yang lumayan membuat saya terlalu fokus untuk mempertahankan dan meningkatkan sampai lupa untuk merangkul teman-teman saya yang masih tersandung di bawah saya. Saya terlalu egois, ya saya memang egois. Dan saya baru sadar sekarang, keadaan merupakan suatu tamparan keras untuk diri saya.
Saya sadar dulu tidak belajar sungguh-sungguh, saya terlalu terlena dengan yang namanya dunia maya, apalagi twitter, selain itu banyak hal yang ikut campur dalam kegalauan hati saya, yang awalnya sangat saya remehkan ternyata cukup riskan alias membahayakan. Saya kehilangan hati saya yang kebal seperti dulu, entah kenapa.
Ada seseorang yang mengatakan bahwa jika kita mendapat IP yang tinggi tetapi teman kita masih ada yang rendah alias nasakom, itu tidak ada gunanya, kita tidak mungkin kan berada dalam surga sendirian. Oleh karena itu kita sebagai sesama manusia harus saling membantu dalam kehidupan, kita harus berperan dalam kesuksesan teman, alangkah baiknya jika kita berbagi ilmu tidak hanya untuk diri sendiri. Itulah yang menyadarkan saya, saya yang selama ini cuek, tidak peduli bagaimana susahnya teman dalam belajar.
Oleh karena itu saya berjanji ingin membuat teman-teman saya tidak nasakom lagi, saya akan membimbing mereka sebisa saya, saya ingin memberi manfaat kepada orang lain asal jangan dimanfaatkan. Saya akan memperbaiki apa yang semestinya harus diperbaiki, diri saya sendiri dan kalau bisa diri orang lain ke arah lebih baik tentunya. Dan akhirnya, karena pendewasaan ini membuat mental saya kebal,melihat nilai UAS Fisika Dasar 2 saya 55, UAS PIK saya 50 menjadi hal yang biasa, sesuai saja toh dengan usaha saya. Dan saya harus menerima konsekuensi final yaitu IP menurun, I'm sorry, Dad. I'm sorry, Pah. Saya gagal mempertahankan untuk sekarang, tapi saya janji semester depan pasti akan meningkat, ini hanya cobaan. Mudah-mudahan mental saya kuat saat konsul KRS semester 3 nanti, tapi saya yakin Papah tidak akan men-judge saya.
-ambil yang baik,daur ulang yang jelek-

Jumat, 10 Juni 2011

my study-kegajean merajalela

Assalamualaikum, saya mau lebih religius lagi nih, soalnya tulisan-tulisan gaje sebelumnya lupa memakai salam, ehehehe piss. Semoga yang membaca blog gaje ini makin tambah gaje, ehhh maksudnya makin tambah oke dan selalu bersemangat, amiiin. Selain itu, saya berkeinginan blog saya ini memiliki nilai intelektualitas (ceileh bahasanya ribet amat buuu), tidak hanya gajeritas dan konyolitas belaka, hahaha. Oleh karena itu pembahasan kita kali ini adalah mengenai mata kuliah yang saya geluti, ahahaha ! (mungkin banyak yang ingin berpaling muka setelah membaca ini, eitttssss wait wait ! jangan kemana-mana dulu, saya jamin ini tidak akan membosankan, itu kata saya sih). Di semester 2 ini saya memiliki sembilan mata kuliah (jebol jebol deh ni otak, tapi just enjoy it), rinciannya adalah sebagai berikut :
1. Kalkulus II
Wew, mata kuliah apakah ini ? Apakah ada hubungannya dengan kalkulator ? Atau memiliki keterkaitan dengan Mus musculus ? Hahaha, mulai kumat deh gajenya. Kalau dengan kalkulator, mata kuliah ini memiliki keterkaitan lah, yaitu dalam ilmu matematika, kalkulator kan sebagai alat penghitung angka yang memudahkan manusia menjumlahkan maupun mengotak-atik suatu angka sehingga tidak perlu membuat otak kiri menjadi stress, tapi kalau kalkulus II ini adalah mata kuliah ilmu matematika dasar lanjutan dari kalkulus I. Anggapan sulit memang tidak lepas dari mata kuliah yang satu ini karena kebanyakan yang berbasis matematika itu menjadi momok banyak orang. Untuk pertanyaan yang kedua yaitu keterkaitan dengan Mus musculus, ckckck ya enggak lah secara Mus musculus itu mencit,wkwk. Itu terjadi karena keisengan belaka kawan, maafin ye, mirip aja namanya. Ambisi saya dalam menaklukkan mata kuliah ini begitu besar, karena ketertarikan saya dengan ilmu matematika sangatlah tinggi walaupun akhirnya saya masuk jurusan Fisika. Ada kebanggaan loh saat kita bisa memecahkan segala permasalahan disana, mengasah otak lah istilahnya. Pesan saya kumpulkan semangat menggebu-gebu saja untuk menemukan hal yang istimewa dari mata kuliah ini selain dosen-dosennya yang lumayan expert yang selalu membuat saya termotivasi untuk selalu belajar.
2. Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Hmmm, jujur saja soal sosial memang saya tidak terlalu suka tetapi tidak terlalu anti karena sosial itu memang dekat dengan kehidupan kita, kita tidak akan lepas dari itu, dan kita membutuhkannya. Untuk mata kuliah ini ya bisa dikira-kira lah definisinya dari namanya, yang mempelajari sosial dan budaya secara mendasar, saya malas menjabarkannya menjadi sesuatu yang panjang dan bertele-tele karena alasan pada kalimat awal. Mungkin saat dosennya menjelaskan itu hanya akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, hehehe. Tapi untuk final test nanti, saya akan fighting untuk ini, tidak akan meremehkan ! Swear !
3. Fisika Dasar II
Hohoho, this is my favorite dah, sep abis, top abis, gkgkgk. Sedari awal memang mata kuliah ini paling menarik, paling harus dikuasai mahasiswa fisika seperti saya, tapi saat itu semangat saya berfluktuasi sehingga nilai excited dari mata kuliah ini kurang di mata saya. Tapi, sekarang itu tidak lagi, saya sudah terlanjur jatuh cinta, hahaha gaje again, karena dosennya yang sangat expert menjelaskan hingga saya berpikir luas, tidak sesempit dulu lagi, kapasitas saya menjadi lebih besar euy, Alhamdulillah. Ibaratnya percernaan materi di dalam saraf-saraf otak saya berjalan lancar. Thank you very much, Sir.
4. Pendidikan Kewarganegaraan
Wes, kalau ini sih mulai SD yo, tahu aja kan semuanya ? Dan waktu kuliah sekarang masih dijejal dengan ini, tapi tidak apa-apa. Saya yakin apa yang diberikan pada saat kita kuliah itu akhirnya bisa memberikan hal yang berguna untuk kita. Selebihnya no comment, wkwkwk.
5. Kimia Dasar II
Kalau boleh jujur, boleh kan ? Saya tidak terlalu menyukai mata kuliah ini, sejak SMA malah, mungkin karena susah dan bla bla bla gitu lah. Tapi, saya tidak akan pantang menyerah karena hal itu, walaupun di dua semester berturut-turut bertemu mata kuliah ini dan tambahnya ada praktikum juga yang laporannya ajegile susah acc. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan kata Allah, jadi jalani aja semampu kita ya. Semangat !
6. Pengenalan Ilmu Komputasi (PIK)
Hmmm, ini dia nih yang kadang bikin saya puyeng setengah hidup. Di mata kuliah ini kita membabat habis bahasa pemrograman C++, mulai pengenalannya sampai array yang susah banget menurut saya. Tapi, ada seninya juga lo saat menggunakan C++, kita harus lebih teliti memasukkan listing programnya agar program kita bisa dicompile dan digunakan, susah-susah seru gitu lah.
7. Statistika Dasar
Ini adalah mata kuliah untuk semester 4 yang berani saya ambil di semester 2 ini, saya kira awalnya mata kuliah ini sederhana. Nyatanya tidak, disini dibahas statistika secara mendalam, terperinci pokoknya dan penuh rumus-rumus yang menyesatkan, wkwk. Saya dan dua orang lainnya saja yang bisa mengambil mata kuliah ini dari angkatan muda 2010, sisanya ada 2009, 2008, 2007, dan 2006. Gak ebayang kan gimana rasanya kuliah dengan kakak-kakak tingkat yang lebih banyak dari kita, hmmmm. Tapi itulah awal dari motivasi saya untuk maju, mereka adalah parameter dari semangat saya khususnya yang expert, saya ingin melebihi mereka dan menjadi yang terbaik, insya Allah.
8. Bahasa Inggris
Ini dia mata kuliah yang nilai mid saya ancur-ancuran, hahaha mulai membongkar aib sendiri, tapi ini sebagai bahan pembelajaran lah. Setiap awal mata kuliah dosennya selalu memberikan pretest untuk kami sebanyak 10 soal, dan masing-masing soal itu diberi waktu berapa menit gitu untuk menjawabnya saya lupa. Tapi, susahnya soalnya itu bukan dibagikan di kertas tapi dicantumkan di slide. Kalau tidak konsen, nilai Anda akan parah gila deh, susah kalau kecolongan dikit. Dan itu berlanjut ke midnya. Saya hanya bisa memperoleh 64 dan itu nilai tertinggi di angkatan saya, sungguh malang, tapi harus tetap bersyukur lah, nilai tidak separah orang lain, hehehe. Kalau pas dosennya menjelaskan saya mengerti aja, tapi agak susah mengaplikasikan itu semua ke soal-soal yang beliau berikan karena kurangnya latihan dan malas belajar, wkwk.
9. Pengenalan Lingkungan Lahan Basah (PLLB)
Wew, bagi yang suka terjun ke alam pasti suka sama mata kuliah ini nih, kayanya ciri geofisika ada disini. Pokoknya mata kuliah ini lumayan ringan lah, kan banyak teori yang sebenarnya menjadi kelemahan saya, hehehe keep enjoy. Asyiknya pas praktikum kita ke luar, saya kemarin ke arah Tanah Laut meneliti sungai, rawa, sawah, dan pantai, hmmm seru kan ? Selebihnya saya bingung mau menuliskan apa lagi nih, hehehe.
Oke deh, itu saya yang bisa saya ungkapkan dari Sembilan mata kuliah nan mantap tersebut. Doa’in saya biar bisa sukses di final test tanggal 13 Juni nanti, hehe. Semoga Anda juga sukses di bidang masing-masing, Amiin.
Kadang kegajean itu perlu, bukan untuk menutupi sesuatu tapi untuk membiarkan orang lain memecahkan misteri apa yang ada dalam kegajean tersebut, hahaha. Membiarkan orang berpikir dan mendapat pencerahan sedikit. Salam gajee dan nantikan kegajean berikutnya. Coming soon, all about my music ! ^_^

Jumat, 27 Mei 2011

pertemanan dari masa ke masa

Ahaaaaaa ! Akhirnya saya kembali dalam frekuensi yang sama, amplitudo yang sama, periode yang sama, gelombang yang sama, dan osiloskop yang sama, hahahaha jiwa scientist saya mulai keluar. Mungkin saya ketagihan menulis gaje, saya harap di balik kegajean itu ada hikmah yang bisa diambil, hohoho Amiiin. Membahas apa ya hari ini ? Kuliah ? Biasa banget . . . LKMM ? Ahh, saya rasa tidak. Artis ? Hmm, ini bukan situs infotainment kali, maaf saja. Jadi, apa dong ? Membahas pertemanan saja deh, karena banyak teman itu asik, enggak rugi, dan juga banyak dapat pengalaman, apalagi temannya seperti saya ini (lah kok saya narsis). Setujuuuuuu ? Oke, lanjutkan !
Dari zaman baheula SD sampai kuliah sekarang (stop, sepertinya ada yang janggal, enggak TK nih ?). Iya, jujur saya tidak pernah mengenyam bangku TK, saya langsung loncat ke SD tahu enggak sih, entah kenapa deh jadi sampai begitu, tapi saya tetap bisa beradaptasi dengan lingkungan SD, nah lo kok membahas yang ini, ckckck. Mari di-replay, dari zaman baheula SD sampai kuliah sekarang pertemanan saya itu sangat berwarna-warni layaknya pelangi di langit yang biru, tidak sekedar berwarna merah kuning hijau tapi lebih dari itu, mejikuhibiniu ++ pokoknya.
Flashback mode on . . .
Di kala SD menikmati kepolosan sebagai anak kecil nan lucu bin imut (memuji diri sendiri), berteman memang berteman tapi ada kalanya pertengkaran kecil selalu menghiasi masa-masa itu. Termelet-melet, tergigi-gigi (bingung mencari istilah untuk menggambarkan ejekan yang bukan menjulurkan lidah tapi menjulurkan gigi, ahahaha), itulah yang menjadi senjata untuk melumpuhkan musuh-musuh kecil di saat itu. Jiwa gengsi saya sangat besar, jadi apabila kami bertengkar, saya ogah meminta maaf lebih dahulu, karena saya merasa tidak salah, pokoknya orang lain yang menegur saya dan meminta maaf lebih dahulu (angkuh banget deh). Tapi, walaupun tahu sikap saya yang songong seperti itu anehnya mereka mau-mau saja tuh berteman dengan saya, hehehe.
Kalau masa SMP, saya di-judge bagai orang yang pendiam dan misterius, pada saat itu jati diri gaje saya belum terbongkar dan terangkat ke permukaan, jadi publik belum mengetahuinya (halah, capedeh). Jadi, pertemanan saya itu biasa aja, bahkan terasa hambar, jujur saya kaget saat perpindahan atmosfer dari SD ke SMP tersebut, makanya rada kurang bisa beradaptasi. Tapi akhirnya setelah satu tahun menjalaninya, saya lumayan enjoy dan bisa mendapatkan sohib-sohib yang bisa diandalkan. Kalau membahas mengenai pengelompokkan orang-orang, itu memang terbentuk sejak dulu, susah untuk dihilangkan karena itu adalah proses yang alami, saya juga mengalaminya kok. Tidak mudah untuk berteman dengan semua orang jadi ada kecenderungan untuk berteman dengan sebagian orang saja karena merasa saling percaya dan cocok satu sama lain.
Bagaimana dengan masa SMA ? Kata orang masa-masa SMA adalah masa yang paling indah ? Ah masa sih, yakin dengan ungkapan itu ? Saya rasa tidak juga karena masa SMA saya lagi-lagi standar dan kalah hebat dengan masa kuliah seperti sekarang. Walaupun begitu saya mulai menemukan jati diri saya sih disana, bagaimana minat saya, tingkat kompetisi saya, banyak yang saya dapat disana. Kalau soal pertemanan ya lebih kompleks dari sebelumnya. Kalau SMP kebersamaan itu kurang, bahkan sangat kurang, mengelompoknya sangat dominan gitu lah. Tapi kalau SMA, kebersamaan menghiasi hari-hari kami, walaupun kami tahu kami kadang punya kelompok tersendiri, kesadaran akan kekompakan selalu ada, itu anehnya. Kami saling mendukung terhadap kepentingan masing-masing maupun kepentingan bersama, good lah pokoknya.
After this baru membahas masa sekarang ! Wew, excited lah dengan masa perkuliahan, saya tahu ini sangat kompleks tapi kebanggaan banyak muncul saat ini. Saya banyak menemukan hal baru, salah satunya kegajean yang ada pada diri saya, hahaha (always like this). Tapi, jangan banyak membahas itu karena seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa saya membahas pertemanan, PERTEMANAN ! Gimana sih gaulnya anak kuliah ? Apakah alay seperti anak SMA ? Emang anak SMA alay ? Halah, tuh kan mulai. Ya enggaklah, kedewasaan banyak terdapat di sini, meskipun dari luar memang masih ada jiwa childish di diri sebagian mahasiswa termasuk saya. Tapi, mulai awal kami dilatih untuk selalu bisa bekerjasama, kompak, terkoordinir lah pokoknya, kebersamaan penting. Ya, saya sangat merasakan keadaannya sangat jauh berbeda dengan dunia sekolah, dimana kita disini bukan anak sekolah lagi, jadi kalau kita masih tidak bisa menghilangkan sifat anak sekolah, bersiap-siaplah menjadi mahasiswa kelas XIII atau mahasiswa kelas IV, ehehehe (istilah orang saya comot dikit). Pertemanan saya sangat variatif, mulai dari orang yang biasa-biasa saja, emosian, humoris, sampai gaje stadium akut melebihi saya, wkwkwkwk. Semua itu sangat menyenangkan, kaya pengalaman berteman dengan orang yang berbeda-beda.
Kesimpulannya, di masa kuliah itu kan sudah ditekankan kebersamaan jadi nantinya diharapkan pada saat kita sudah memasuki dunia kerja kita bisa bekerjasama dalam teamwork selain itu kita sudah terbiasa menghadapi banyak kepala, berbagai macam sifat orang. Nah, begitu menurut saya ? Kalau menurut, Anda ? Silahkan bikin tulisan serupa jika mau berpendapat lain.
Sedikit tambahan lagi, kenapa saya tidak membahas mengenai persahabatan saja ? Kenapa malah pertemanan ? Karena persahabatan itu terlalu ekslusif untuk dibahas, hehe. Kalau mau dibahas pun terlalu panjang dan memakai perasaan, hahaha.
Terima kasih sudah membaca tulisan nan gaje ini, jangan sampai ketularan, wkwk. (LT26RF)